[Ver 2min] 5 things about you | oneshoot

Author: Nanda~

Cast: Minho lope Taemin

Genre: romance,fluff (maybe)

Note: ini hanyalah sebuah fanfic yang kurang jelas karena ini fanfic iseng buatan saya ketika saya lagi mengingat teman dekat saya dikelas dan kangen perlakuannya itu u.u 10% kisah nyata dari kehidupan saya 90% kisah fiksi belaka. Happy reading

—-

1.       Tatapan darinya

Aku sibuk memperhatikan papan tulis yang berada didepan kelas,disana aku dapat melihat rumus-rumus matematika yang dituliska oleh Park Songsaengnim. Tapi aku juga dapat merasakan ada seseorang yang menatapku dan gotcha ! tebakan ku amat tepat dia ―Choi Minho― orang yang duduk didepanku sekaligus berstatus kekasihku sedang menatapku dengan tatapan yang membuat ku terpanah ketika melihat dirinya pertama kali.

Aku hanya bisa menghela nafas ketika aku ditatap olehnya seperti itu,aku sama sekali tidak risih karena aku sudah amat sering ditatap olehnya seperti itu ketika aku sedang asyik menulis sebuah kalimat yang berada didepan papan tulis. Kadang aku yang sedang asyik mengerjakan tugas sejarah pun dia memperhatikan ku dan dia akan marah jika aku sama sekali tidak tau menau jika dia memperhatikanku. Aneh kan ? dia memang aneh tapi aku mencintainya.

“papan tulis didepan bukan dibelakang” aku mencoba menatap matanya juga ketika aku mengucapkan hal itu sambil menahan malu. Tau kah ? aku sangat amat malu ketika melakukan hal ini,aku tidak terbiasa menatap mata belo miliknya.
“aku tau jika papan tulis didepan bukan dibelakang” dan benarkan apa yang aku bilang tadi,dia itu aneh. Sudah tau papan tulis didepan kenapa dia masih tetap memalingkan kepalanya dan menatap kearah belakang.
Dia pernah ditegur oleh guru karena sering memalingkan kepalanya kearah belakang,tapi dia sama sekali tidak jera dengan hal itu. Dan aku,hanya bisa mengangkat kedua bahuku dan menggelengkan kepalaku melihat kelakuannya dikelas.

“jika tau papan tulis didepan kenapa menatap terus kearah belakang,cepat tatap kearah depan dan tulis rumus matematika yang berada dipapan tulis itu dibuku catatanmu”

“tidak perlu menghadap kearah depan jika aku ingin melihat papan tulis itu,melihat dari matamu saja aku bisa melihat papan tulis yang berada didepanku” dia tersenyum kearahku ketika mengucapkan hal itu sedangkan aku hanya bisa menundukan kepalaku menyembunyikan rona merah yang mungkin akan timbul dikedua pipiku. Dia memang aneh tapi kada bisa menggombal seperti tadi.

“ya,Choi Minho kau menggodaku eoh ?”

“tidak,itu kenyataan” dia kembali tersenyum lembut kepadaku dan kemudian memalingkan tubuhnya kearah depan dan menulis semua rumus yang berada dipapan tulis dibuku catatannya

“nappeun namja” aku bergumam dan menendang bangku miliknya dari belakang dan aku dapat medengar dirinya tertawa.

 

2.He’s Sleeping Handsome

 

Masih dengan setting didalam kelas,saat ini dikelas sama sekali tidak ada guru yang masuk. Jam kosong ini dimanfaatkan anak-anak melakukan hal-hal yang tidak bisa mereka lakukan jika ada sang guru didalam kelas seperti halnya dengan Choi Minho kekasih yang sangat aku sayangi ini.

Apa aku terlalu lebay mengucapkan bahwa dia kekasih yang sangat aku sayangi,tidak aku tidak melebih-lebihkan ucapanku aku hanya mengungkapkan hal yang jujur. Aku beranjak dari tempat dudukku berjalan beberapa meter kedepan mejanya.

Menjongkokkan tubuhku mensejajarkan meja miliknya berdiri kokoh,diatas meja itu dia sedang tertidur sangat amat nyenyak berbantalkan tas miliknya. Aku tersenyum ketika melihat wajah polosnya yang tertidur. Mengusap lembut rambut miliknya memberikan kenyamanan untuk dirinya tertidur.

Aku amat sangat sering memanggilnya dengan sleeping handsome dengan teman-temanku dan dirinya sama sekali tidak tahu jika aku mengucapkan hal itu,jika dia tahu aku mengucapkan hal itu bisa mati malu.

“aku tau aku sangat tampan jika aku sedang tertidur jadi tidak perlu memandangiku seperti itu” Minho membuka mata kirinya melirikku dengan mata itu dan aku mendengus kesal sekaligus malu karena aku sudah ketahuan sedang memperhatikan dirinya sedang tertidur.

“kau sama sekali tidak tampan jika tertidur” aku beranjak berdiri dan meninggalkan tempat duduknya. Tepat ketika aku ingin kembali kemejaku dia menarik lenganku dan membuatku terpengarah kaget dan terduduk dipangkuannya.

Dia memeluk tubuhku dengan amat sangat erat dan aku yang kaget hanya bisa membiarkan dirinya melakukan hal itu dan merasakan kehangatan dari pelukannya,pelukan dari seorang Choi Minho.

“tubuhmu sangat hangat dan sangat nyaman untuk dijadikan sandaran tidur” aku mendelik kearahnya ingin memberontak dari pelukannya karena dirinya mengucapkan hal itu tapi sebelum aku melakukan hal itu dia sudah semakin mengeratkan pelukannya.

“biarkan seperti ini,aku sangat menyukai moment seperti ini ketika aku tertidur memeluk dirimu yang berada didalam pangkuanku. Kau sangat hangat dan nyaman membuatku selalu ingin memelukmu walaupun itu dimusim panas”

Aish~ lihatlah dirinya membuat kedua pipiku memerah lagi akan ucapannya tapi aku menyukai hal itu. Aku mengangkat tanganku dan mengusap lembut lengan yang memeluk tubuhku dan tubuhku ku sandarkan ditubuhnya ikut tertidur dalam dekapannya.

3.Perhatiannya  yang membuatku sehat

Aku dan Minho sedang berada dalam perpustakaan. Aku sedang mengajarkan dirinya pelajaran matematika dimana bab yang dia sama sekali tidak mengerti. Aku memperhatikannya yang sedang mengerjakan soal yang aku berikan untuknya dan tanpa diundang rasa sakit itu datang membuat perutku sangat sakit.

Aku meringis memegang perutku menekan perutku agar sakit itu hilang,Minho memperhatikan tingkahku yang sedang menahan sakit di perutku, aku tersenyum kepadanya mencoba membuat dirinya tidak khawatir tapi sepertinya dia sama sekali tidak percaya dengan senyum ku itu.

“Minnie,apa kau sarapan pagi tadi” tepat dalam tebakanku dia pasti akan menanyakan hal itu,aku tersenyum lagi kepadanya dan mengangguk tapi sepertinya dia kembali tidak percaya denganku.

“aku tau kau berbohong Taemin,kau pasti belum sarapan tadi pagi buktinya penyakit magh-mu kambuh” aku menundukan kepalanya enggan untuk melihat mata miliknya yang sedang menatapku tajam.

“tunggu sebentar” dia beranjak dari bangku perpustakaan dan aku terpengarah dengan dirinya yang sudah menghilang entah kemana. Aku meruntuki diriku yang tidak sarapan pagi tadi,mungkin jika aku sarapan pagi tadi minho tidak akan menatap diriku dengan tatapan tajam seperti itu.

Selang berapa menit Minho kembali dengan tangan yang membawa air mineral dan makanan yang siap saji dan tak lupa juga setablet obat magh. Dia menghampiriku dan menaruh semua itu dimeja perpustakaan. Aku menatap semua itu tidak percaya dengan apa yang dia lakukan.

“kenapa hanya ditatap ayo dimakan,dan setelah makan minum obat itu. aku tidak ingin melihat wajahmu yang menahan sakit karena tidak penyakit maghmu kambuh” Minho mengelus lembut rambutku dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Aku tersenyum disela sakit yang aku rasakan,perhatiannya yang sangat aku sukai.

“gomawo” aku berucap dengan pelan dan memakan makanan yang dia bawa untukku.

4.Sifat Merajuknya

Sebut aku aneh karena aku sangat suka dengan sifatnya yang satu ini,sifat dirinya yang menurutku seperti anak-anak. Dia tipe orang yang suka sekali merajuk dengan semua orang ketika orang itu melakukan hal kepada dirinya walau hanya masalah itu masalah sepele. Seperti hal-nya sekarang sekarang dia sedang merajuk denganku karena aku sama sekali lupa dengan janji yang telah aku janjikan untuknya.

“Minho-ah~” aku menarik baju seragam miliknya untuk mencoba meminta maaf tapi dia sama sekali tidak menganggapku ada dan menghiraukan ku. Dia berbicara dengan temannya seperti menganggapku sama sekali tidak ada.

Sesungguhnya aku ingat dengan janjiku yang ingin membawakan sebuah bekal untuknya tapi aku hanya ingin menjahilinya,ingin melihat dirinya merajuk. Dia sangat lucu ketika sedang merajuk,aku ingin sekali tertawa ketika melihat wajahnya yang mengacuhkan ku tadi yang mencoba meminta maaf tapi aku mencoba untuk menahan tawaku jika tawaku pecah semua rencana ku menjahilinya gagal.

Aku menghentakkan kakiku berpura-pura marah kepadanya yang mengacuhkan diriku tapi dirinya semakin mengacuhkanku sama sekali tidak melihat kearahku. Baiklah,aku menyerah dengan permainanku kali ini. membuka resleting tas milikku dan mengeluarkan dua buah kotak bekal untukku dan untuk dirinya.

“Choi Minho,baiklah jika kau tidak mau memaafkanku berarti tidak jadi dengan bekal ini dan— Chanyeol bekal ini untukmu pasti kau belum makan jika kau sudah makan lumayan buat makan siang nanti” aku menyerahkan bekal buatanku kepada Chanyeol dan beranjak pergi dari tempat duduknya tapi aku dapat melihat dari ekor mataku bahwa dia―Minho mengambil kotak bekal itu dari tangan Chanyeol dan aku tersenyum melihatnya.

“Tidak ada yang boleh menikmati masakan kekasihku selain aku” serunya sambil membuka kotak itu dan memakan bekal buatanku. Aku terkekeh melihatnya makan,aku mencintaimu Choi Minho.

5.Suara Bass Miliknya

 

Terakhir aku sangat amat suka dengan suara miliknya yang bass itu. Suara itu akan terdengar indah ketika dia mengucapkan sebuah kata-kata manis untukku,hanya untukku bukan untuk wanita atau namja cantik lainnya terkecuali untuk ibunya .

Aku merebahkan kepalaku dibahunya menjadikan bahunya sandaran untuk kepalaku dan Minho sama sekali tidak keberatan dengan yang aku lakukan. Aku memeluk pinggang miliknya mencari kehangatan dari tubuhnya dan kedua tangan miliknya juga memeluk pinggangku mendekap tubuhku mengerti dengan maksudku.

Suasana saat itu sangatlah sunyi dan hening hanya suara burung yang berkicau dan suara gesekan dedaunan yang tertiup angin tidak ada keramaian ditaman belakang sekolah ini karena hanya ada kami berdua ditaman ini,taman favorite kami taman dimana kami menjalin sebuah ikatan cinta.

“Minho-ah” aku mengacaukan kesenyian itu dengan memanggil namanya dan dia hanya menatap kearahku kemudian tersenyum

“apa eum ?” suara bass akhirnya keluar dari mulutnya membuat aku tersenyum ketika mendengar suara bass miliknya

“aku mencintaimu” aku menundukan kepalaku ketika megucapkan hal itu dan suara bass itu terkekeh mendengar penuturanku sebelum dirinya membalas ucapanku tadi.

“dan aku lebih mencintaimu Minnie” dan aku sangat suka ketika mendengar suara bass itu mengucapkan kalimat itu,kalimat yang selalu menenangkan hatiku dan membuat aku berpikir bahwa dirinya hanya miliknya dan cintanya hanya milikku seorang.

“aku tau itu” aku mendongakan kepalaku dan tersenyum kepadanya dibalas olehnya dengan senyum pula. Aku dapat merasakan atsmosfer diantara kami berubah menjadi sunyi kembali. Minho mendekatkan wajahnya kewajahku dan aku dapat merasakan hembusan nafas miliknya menerpa wajahku dan dengan hitungan detik bibir tebal miliknya sudah mulai mencium bibirku.

Aku membuka sedikit mulutku member celah untuk Minho merasakan kenikmatan dari mulutku,aku merasakan lidahnya saling bermain dengan lidah milikku,aku merasakan lidah miliknya menjilati langit-langit mulutku,dan aku merasakan saliva miliknya. Manis… saliva miliknya sangatlah manis dan aku sangat menyukai itu.

“Choi Minho aku mencintaimu”

“dan aku jauh lebih Mencintaimu Lee Taemin”

FIN

Maaf gak jelas,gak maksud kok sumpah ._.v iseng aja buat fanfic kaya begini ingat teman dekat saya wks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s